
I
Akankah kamu ada saat ku terluka?
Seperti katamu di sore itu?
Padahal, kau pergi ketika rembulan beranjak dewasa.
Hujan. Hujan di kota ini.
Merayapi jalan, air hujan itu menyapu kenangan.
Menyetubuhi debu dan lubang jalanan.
II
Aku tidak dapat bernafas bebas akhir-akhir ini.
Karena udara menipis dan paru-paru menyempit.
Dimana kamu?
Sudah bulan ke sembilan belas sejak rendezvous menyesakkan itu.
Terakhir. Ya, terakhir kita bertemu katamu.
Sementara aku mengharapkan lebih, lebih dari sekedar kata.
III
Aku dalam ruang hampa kini.
Hujan turun jauh di dalam surga.
Lunglai. Tubuhku lama tak menerima asupan makan.
Selamat datang di negeri kesia-siaan.
Dimana segalanya menjadi tanpa arti.
Dan aku melihatmu datang menutup pintu. Selamat datang.
17 Sept 07

Tidak ada komentar:
Posting Komentar