
Mendekap hampa di hati
Dan sepi hanyalah sunyi
Tak ‘kan lagi ku pahami
Arti istimewa di diri
Kau telah jauh pergi
Membawa semua mimpi
Selamanya kau menari
Dalam tubuhku yang mati
Untukmu segalanya
Yang terbaik selamanya
Adalah diriku yang menunggu
Tanpa harap tanpa air mata
Adalah diriku yang tak tentu
Hanya masa lalu yang tersisa
Jakarta, 11 Maret 2005

Tidak ada komentar:
Posting Komentar