
“Mo, hati dan pikiran kita selalu satu, darahku mengalir bersama darahmu. Mo, kita ditakdirkan menyatu. Kita lahir pada hari yang sama, pada jam yang sama, di tempat yang sama. Ayo, Mo! Jangan khawatir, rantai derek cinta kita akan mengangkatmu. Angkat belalaimu, Mo!”
Itu adalah sebait dari dialog antara Bram dan gajahnya dalam novel yang mengambil judul sama dengan nama si gajah, Modoc. Betapa mengesankannya isi novel yang berdasar atas kisah nyata tersebut. Membahas dari awal mula si ‘kembar’ Bram, seorang anak pemimpin sirkus di Jerman, dan Modoc, anak seekor gajah sirkus yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk sirkus. Bagaimana proses kelahiran mereka, pertumbuhan menjadi dewasa dan proses saling memahami antar satu sama lain. Kisah pun bergulir dari menjadi perlahan menyesakkan jiwa.
Suatu ketika, sirkus itu dijual oleh pemiliknya dan seluruh hewan pun dipindah ke Amerika Serikat. Bram yang tidak bisa berpisah dengan gajahnya, dalam kondisi apapun, memutuskan untuk ikut dalam perjalanan yang penuh bahaya, demi untuk selalu bisa dekat dengan Modoc.
Novel yang ditulis dengan bahasa yang lugas ini memang menguras air mata dan membuat kita mengulas ulang tentang sepenggal kalimat, ‘apa yang telah aku lakukan untuk orang yang aku cintai selama ini?’. Jawabannya terrangkum di tag line buku; Sehati Sejiwa Selamanya. Tidak dapat dipungkiri, pemilihan judul, tag line dan cover tentunya, terbukti sangat ampuh untuk menarik perhatian orang. Karakter-karakter di dalamnya pun sangat hidup dan mampu memberi warna serta dimensi bagi dua tokoh utama kita, Bram dan Modoc. Jalinan cerita dan latar bergerak dinamis seiring dengan perkembangan sisi emosional yang menjadi benang merah cerita.
Ralph Helfer, sang penulis, memang memiliki basic pelatih binatang di Hollywood. Sehingga tentunya tidak sulit untuk menggambarkan segala hal yang berkaitan dengan binatang, khususnya gajah. Buku ini menggambarkan dengan detail bagaimana perasaan seekor gajah, berikut segala kebiasaan dan caranya berkomunikasi. Sebuah analisa yang mengagumkan. Kita sebagai pembaca seolah diajak untuk lebih dekat dengan binatang berbelalai panjang tersebut dan juga serangkaian peristiwa antara Bram dan Modoc, dari lahir sampai akhir kehidupan mereka yang terlalui dengan penuh cinta.
Membaca Modoc, sekilas mengingatkan kita akan Life of Pi, novel yang ditulis oleh Yann Martel. Hanya saja bahasa Yann lebih ke arah filsafat dan universal. Sementara, Modoc pure kisah nyata yang dibalut dengan pendekatan realis.
Kelemahan buku ini, mungkin hanya satu, yaitu masalah alur cerita. Terkadang suatu peristiwa dibiarkan melompat begitu saja, pembaca hanya diberitahu kalau si tokoh mengalami peristiwa demikian, secara subjektif saya merasa agak terganggu dengan hal semacam itu. Walaupun kecil, tetapi cukup mengganggu. Di bagian lain, cerita begitu detail, termasuk penggambaran latar dan kejadian. Ketidakkonstanan pola alur itu memang secara umum tidak mengganggu, karena tertolong oleh rangkaian peristiwa yang akan dipaparkan selanjutnya, yang memang sudah hebat.
Elex Media Komputindo selaku penerbit, tampaknya membuat banyak langkah besar akhir-akhir ini. Fokus mereka tidak hanya terpaku pada komik, dimana nama Elex Media Komputindo selalu menjadi acuan dan nama kedua yang tersebut setelah judul komik. Ya, Modoc dan Zamba adalah dua buku yang terinspirasi dari kisah nyata dan sama-sama bercerita mengenai hubungan manusia dengan binatang. Sebuah kemajuan yang harus terus ditingkatkan. Mengenai cover depan, tampaknya penerbit mempertahankan cover buku aslinya, hanya diberi penambahan tag line dan pastinya kata-katanya diubah ke dalam bahasa Indonesia. Tampaknya alasannya cukup kuat, mengingat cover aslinya sendiri –memperlihatkan seorang anak kecil merangkul gajah yang duduk di sampingnya dalam pose membelakangi kamera– sudah berbicara mengenai sebuah hubungan ‘intim’. Keberadaan dan hubungan mereka seolah tidak mau terlalu terekspose, dengan begitulah cara mereka saling menjaga kepercayaan dan cinta.
Buku ini untuk siapa saja, bagi mereka yang ingin mengilas balik tentang perjalanan hidup yang begitu penuh cinta, bagi pecinta binatang dan bagi mereka yang mau membuka dirinya dengan dunia luar. Sebuah buku pemberi inspirasi yang harus anda teruskan ke orang-orang terdekat anda. Satu hal lagi, ketika membaca buku ini, biarkan imajinasi anda bergerak liar dan rengkuhlah mimpi-mimpi mereka untuk segera melebur dengan pikiran anda. Dengan begitu, berarti anda telah memperpanjang mimpi Bram dan Modoc. [hp]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar