07/12/07

Rahasia Malam


Malam datang lagi, Sayang

Apakah kau merasakannya?

Kala jemarimu menjelajahi ruang tanpa sudut itu

Juga kala helai nafasmu membelai waktu


Bintang itu berkelip, Sayang

Ini sudah yang ketiga kalinya

Kita pernah sempat menunjuk satu bintang

Lalu menamakannya dengan arti kata yang sama


Di sudut mata, satu bintang jatuh, Sayang

Jejaknya memecah vakumnya peristiwa

Kau memejamkan mata untuk meminta

Lalu merengkuhku erat seolah esok tak datang lagi


Malam semakin larut, Sayang

Bahuku masih basah saat kau meninggalkanku setelah tangis itu

Kau memintaku untuk melupakanmu

Pertanyaannya adalah, apakah bisa?


Sekarang sudah menjelang pagi, Sayang

Sudah terbangunkah kau dari mimpi yang menemani malammu?

Aku masih di sini, menunggu pagi

Dan aku masih menyimpan rahasia itu


***


Jakarta, 9 November 2007

Tidak ada komentar: