
Malam datang lagi, Sayang
Apakah kau merasakannya?
Kala jemarimu menjelajahi ruang tanpa sudut itu
Juga kala helai nafasmu membelai waktu
Bintang itu berkelip, Sayang
Ini sudah yang ketiga kalinya
Kita pernah sempat menunjuk satu bintang
Lalu menamakannya dengan arti kata yang sama
Di sudut mata, satu bintang jatuh, Sayang
Jejaknya memecah vakumnya peristiwa
Kau memejamkan mata untuk meminta
Lalu merengkuhku erat seolah esok tak datang lagi
Malam semakin larut, Sayang
Bahuku masih basah saat kau meninggalkanku setelah tangis itu
Kau memintaku untuk melupakanmu
Pertanyaannya adalah, apakah bisa?
Sekarang sudah menjelang pagi, Sayang
Sudah terbangunkah kau dari mimpi yang menemani malammu?
Aku masih di sini, menunggu pagi
Dan aku masih menyimpan rahasia itu
Jakarta, 9 November 2007

Tidak ada komentar:
Posting Komentar