04/12/07

Sebuah Pernyataan


Malam ini aku kembali menangis. Menangisi atas apa yang sudah kita lakukan. Menangisi keluangan waktu yang tercurah untuk kita. Menangisi setiap gerak persendian kita yang meluruh dalam waktu, yang mengoyak kesunyian jiwa dengan butiran halus debu-debu sesal sebuah pernyataan.

Aku menangis bukan untuk jawaban atas dosa-dosaku. Aku menangis untuk dirimu, betapa aku telah mencemarkan embun pagimu dengan kepakan kasar pada dedaunan tempatmu biasa bersandar. Aku menangis untuk orangtua kita, betapa aku telah mencoreng perasaan mereka dengan goresan sembilu kelabu yang memaksa setiap kata dusta yang selalu terucap dari lidah tak bertulang itu.

Aku hanya ingin mereka bahagia; orangtua, orang-orang terdekat dan pastinya... kau. Berulangkali aku berjanji untuk bisa berubah, untuk bisa meneruskan sisa nafas yang terhempas yang telah menampar keras bahagiamu. Aku ingin menjadi seperti yang kau pinta, sesempurna yang kau ingin, atau setidaknya mendekati semua itu.

Aku tak peduli seberapa keras cobaan yang kita hadapi. Kita akan sanggup terus berjalan dengan saling berpegang tangan erat. Hanya, jangan pernah tinggalkan aku untuk sebuah pertanyaan...


***

Jakarta, 14 Juni 2005

Tidak ada komentar: