25/03/08

THE SPIDERWICK CHRONICLES, Jangan Abaikan Larangan Yang Ada

Akankah The Spiderwick Chronicles menjadi jawara dalam jajaran box office? Semoga saja nasibnya tidak seperti The Golden Compass atau The Seeker yang terpuruk belakangan ini. Memang pasca Harry Potter dan The Lord of The Ring, genre adventure-fantasy seakan dihidupkan kembali. Namun, tidak semua berhasil mengungguli kedua film raksasa tersebut.

Harapan positif sebenarnya banyak muncul untuk film The Spiderwick Chronicles, termasuk saya. Ceritanya cukup sederhana dan kemasannya juga menarik. Berawal dari keluarga Grace yang pindah ke sebuah rumah milik buyut mereka, Arthur Spiderwick. Si kembar Jared dan Simon Grace (Freddie Highmore), Mallory (Sarah Bolger) dan ibu mereka, Helen Grace (Marie Louise Parker) memang sengaja pindah ke rumah tersebut setelah perceraian yang terjadi antara Helen dengan sang suami.

Jared yang sering dianggap pembuat masalah, segera menjelajahi rumah. Ia mendapati sebuah buku yang disegel di dalam sebuah peti besar. Ketika ia membukanya, beberapa kejadian aneh dan berbahaya pun segera memburu mereka. Awalnya Simon dan Mallory tidak percaya, lebih-lebih karena Jared terkenal sering membuat onar, namun ketika kenyataan bahwa mereka diserang secara fisik oleh makhluk-makhluk tak kasat mata bernama Goblin, mereka barulah percaya. Selanjutnya sudah bisa ditebak, perjuangan melawan kekuatan para makhluk fantasi berlangsung hebat. Kunci dari itu semua ternyata ada di buku yang Jared ambil, yang merupakan tulisan Arthur Spiderwick. Buku yang mengungkap berbagai makhluk fantasi yang luput dari perhatian manusia.

Film ini diambil dari buku dengan judul yang sama, The Spiderwick Chronicles, karya Toni DiTerlizzi dan Holly Black yang diterbitkan dalam beberapa seri. Bukunya unik, saya suka, dengan banyak gambar yang menjelaskan cerita itu sendiri. Filmnya sendiri dengan taat mengikuti cerita dan alur di buku, tampaknya para filmmaker ini tidak mau mengambil spekulasi yang aneh-aneh, mengingat resiko yang cukup telak bila gagal.

Khusus untuk permainan Freddie Highmore, ia tampak apik bermain sebagai dua karakter si kembar jared dan Simon. Aktor pemeran Charlie di film Charlie and The Chocolate Factory ini juga mengakui di sebuah wawancara bahwa ia senang bermain di film terbarunya ini, ia juga berkata bahwa untuk bertemu dengan makhluk fantasi, anak-anak tidak perlu harus bermimpi. [heripurwoko]

Tidak ada komentar: