25/03/08

3:10 TO YUMA, Ketika Hati Bicara

Saya menangis di menit-menit terakhir. Adegan Dan Evans (Christian Bale) ketika ‘melarikan’ Ben Wade (Russel Crowe) menuju stasiun kereta api. Mereka harus melewati terjangan peluru yang bertubi-tubi ke arah mereka. Film yang disutradarai oleh James Mangold ini sungguh menghadirkan efek psikologis yang menghentak di diri saya.

Film ini bererita tentang tertangkapnya buronan bernama Ben Wade yang sering ‘menyusahkan’ orang-orang berduit. Bersama beberapa anak buahnya yang kejam, mereka merampok sana-sini. Suatu ketika ia tertangkap dan dirinya terancam hukuman gantung di penjara Yuma. Seorang veteran perang Dan Evans yang kini menjadi petani berniat untuk mengawal dan memastikan Wade sampai ke stasiun Yuma pukul 3:10 esok hari. Ya, sebuah kereta akan tiba dan kemudia mengantarkan buronan itu ke penjara. Tidak hanya Evan sendiri, ada beberapa orang lain yang juga menjadi 'pengantar' Wade. Bukan apa-apa, namun sekedar untuk berjaga-jaga memastikan bahwa tidak ada anak buah Wade yang mengacau rencana mereka di tengah jalan.

Di dalam perjalanan, Evan dan Wade saling mengenai satu sama lain. Dua karakter yang berbeda itu kini tengah menyelami sisi psikis lawannya. Sementara itu, satu-persatu rekan seperjalanan mereka gugur satu persatu. Berhasilkah Evan memenuhi janjinya untuk membahagiakan keluarganya dengan uang yang di dapat dari pekerjaan ini?

Selain adegan baku tembak khas koboi dan pemandangan alam Amerika yang gersang pada masa itu, kita juga dihadapkan pada sisi psikologis para tokoh utamanya. Hal inilah yang mungkin tidak dieksplorasi di film-film dengan genre sejenis. Ketenangan karakter Wade yang dimainkan oleh Russel Crowe membuat lawan mainnya, Evan, menjadi penuh waspada. Kewaspadaan itulah yang membuat perbenturan karakter antar keduanya menjadi terbangun. Siapa yang menyangka dibalik keberanian Evan yang luar biasa, ia menyimpan kerapuhan dan permasalahan keluarga.

Satu hal yang unik adalah, jadwal kereta di sana sangat tepat. Saya jadi membandingkan dengan kereta Bogor-Jakarta saat ini, sangat miris.

1 komentar:

hawe mengatakan...

love the ending scene!