18/03/08

ALVIN and THE CHIPMUNKS


Ingin sebuah tontonan yang lucu? Atau kangen sama karakter kartun tupai-tupai nakal tahun 80-an? Tonton aja Alvin and The Chipmunks. Menggelikan, tentu saja. Setelah ada karakter kucing di Garfield atau anjing di Scooby Doo, kini saatnya tupai yang beraksi di Alvin and The Chipmunks. Ada Alvin yang nakal namun pintar, Simon yang sifatnya lebih dewasa dan tidak bisa melihat jelas tanpa kacamata, juga ada Theodore si tupai gemuk yang manja dan plin-plan.

Alvin, Simon dan Theodore adalah ketiga tupai yang mendatangi rumah Dave Seville (Jason Lee) dan membuat kekacauan. Alhasil, Dave pun berperang dan sukses dibuat pingsan dalam ‘peperangan’ tersebut. Ketika siuman, Dave mengetahui bahwa tupai-tupai itu ternyata bisa bicara. Karena sudah terlanjur kesal, akhirnya Dave mengusir mereka. Keputusan Dave segera berubah setelah mengetahui ketiga tupai itu jago bernyanyi. Dave pun mengajak mereka untuk bekerja sama, karena kebetulan Dave juga berkecimpung di bidang musik. Melalui rangkaian perjuangan menembus dapur rekaman, mereka akhirnya sukses. Dave yang mencipta lagu, Alvin-Simon-Theodore sebagai penyanyinya. Alvin and The Chipmunks pun menjelma menjadi artis yang layak diperhitungkan. Lagu-lagu mereka menjadi nomor satu dan show-show mereka selalu dinanti. Masalah mulai muncul tatkala bos perusahaan rekaman yang bernama Ian Hawk (David Cross) mulai mengintimidasi Dave dan menghasut Alvin, Simon, juga Theodore untuk meninggalkan Dave. Ketika ketiga tupai itu menanyakan kepada Dave mengapa tidak mengizinkan mereka untuk tur di luar negeri, Dave berkata bahwa mereka cuma anak-anak yang belum bisa untuk menjadi superstar. Alvin pun berang, ketiganya lalu meninggalkan Dave dan tinggal bersama Ian.

Keputusan para tupai itu membuat sontak hidup mereka berubah. Mereka kini benar-benar merasakan bagaimana menjadi superstar yang dielu-elukan. Hari-hari mereka dipenuhi oleh jadwal konser yang padat, syuting iklan, rekaman, launching ini, launching itu, dan lain sebagainya. Kalau mereka terlihat lelah, maka Ian akan segera memberinya dopping atau energi ekstra. Mereka dipaksa untuk terus bekerja. Kehidupan mereka praktis tanpa istirahat. Kehidupan anak-anak yang seharusnya mereka jalani menjadi hilang. Itulah sebenarnya yang Dave takutkan. Akhirnya, Dave dibantu oleh kekasihnya, Claire (Cameron Richardson), berusaha menyelamatkan Alvin dan kawan-kawan. Apakah bisa? Terlambatkah mereka?

Film berdurasi 91 menit ini merupakan adaptasi dari serial kartun era 1980-an. Secara keseluruhan, film ini sarat akan muatan pendidikan yang bagus. Pertama adalah, bahwa tidak seharusnya anak-anak dieksploitasi dan kedua adalah, menjalani hidup tanpa berlebihan. Tema pentingnya persahabatan dan keluarga juga menjadi issue berikutnya. Jon Vitti dan Will Mcrobb sebagai duet penulis skenario tampaknya berhasil mengangkat isue yang sedang marak di dunia ini. Animasi ketiga tupai-tupai cerdik itu juga sangat apik, detail dan hidup. Di film ini, selain tingkah-tingkah lucu, kita juga akan mendapatkan lagu-lagu bagus dan catchy. So, kalau kamu bingung mau nonton film apa minggu-minggu ini, Alvin and The Chipmunks bisa menjadi pilihan yang baik. Iya dong, daripada nonton film-film horor dan misteri yang nggak jelas juntrungannya. Iya, nggak? [hp]

Tidak ada komentar: